Tips: Barang yang Perlu Dibawa saat Pendidikan Samapta

9:55 PM Makhfuzi Fahmi 8 Comments

Buat kalian yang sudah sukses melewati berbagai tahap ujian, dari TPA, psikotes, wawancara, tes kesehatan, dan segala macam bentuk seleksi masuk kerja, selamat karena sekarang ini kalian terdampar di blog yang benar! Hahaha.

Biasanya setelah dinyatakan lulus dari serangkaikan tes kerja, calon pegawai akan mengikuti serangkaian pendidikan prajabatan. Salah satunya adalah pendidikan samapta. Apa itu pendidikan samapta? Menurut KBBI online, samapta berarti siap siaga. Jadi mungkin maksudnya pendidikan samapta ini memiliki tujuan agar calon pegawai selalu siap siaga dalam keadaan apapun. Oh iya, pendidikan samapta juga memiliki sebutan yang berbeda di setiap instansi. Seperti di perusahaan tempat saya sekarang bekerja, pendidikan samapta disebut pendidikan sikap, mental dan disiplin. Walaupun beda penamaan, tapi berdasarkan ngobrol sana-sini muatannya hampir sama.

Sebelumnya saya sudah pernah posting mengenai pengalaman saya mengikuti pendidikan samapta saat menjadi siswa prajabatan di PT Indonesia Power, kalian bisa klik di sini untuk sekedar menambah wawasan. Melihat trafik postingan tersebut akhir-akhir ini lumayan tinggi (azeeik), maka saya memutuskan untuk membuat artikel mengenai tips: barang yang perlu dibawa saat pendidikan samapta. Penting? Penting banget! Nantinya kalian akan mengenang artikel ini karena sudah sedikit-banyak mengurangi beban hidup kalian :p

Apa yang perlu dibawa saat mengikuti pendidikan samapta?

#Do - Essential

1. Tas ransel yang enak dibawa
Ini saran dari saya saja, sebaiknya bawa tas ransel yang enak dibawa dan usahakan packing sepraktis mungkin. Jadi nggak ada tentengan di kanan-kiri. Hal ini akan membuat kalian lebih leluasa dalam bergerak terutama saat diminta untuk berpindah tempat dengan cepat.

2. Obat-obatan pribadi
Terutama: obat batuk: kondisi air minum di setiap tempat pendidikan berbeda jadi siapa saja rentan terkena batuk, apalagi ditambah penggunaan peples (tempat minum) yang terus menerus dan kalian nggak rajin membersihkannya, udah deh jadi sarang bakteri. Dan biasanya kalau udah ada satu orang yang batuk, selanjutnya akan jadi batuk berjamaah ._. Next, obat nyamuk oles: terutama buat kalian yang dicintai hewan penghisap darah ini, nggak ada alasan buat nggak bawa. Ini demi kenyamanan saat tidur yang nggak seberapa lama itu. Plester (ini wajib banget): nggak enak kan kalau ada bagian badan yang luka atau lecet terus dibiarkan menganga begitu saja? Plester akan membantumu menutup luka yang ada (eaaa). Minyak tawon: nah ini tuh salah satu obat mujarab multifungsi, gunanya bisa untuk mengobati gatal, kutu air (penyakit langganan, waspadalah, waspadalah!), bisa juga buat obat pegal-pegal. 

3. Kaos kaki hitam
Walaupun sebenarnya sudah ada jatah kaos kaki (satu / dua pasang) tapi kalian masih perlu bawa kaos kaki hitam cadangan. Minimal bawa dua pasang lah. Soalnya ada kemungkinan bakal basah-basahan. Kalau sampai kalian memakai kaos kaki basah, kaki kalian akan bau, lembap, yang akhirnya berujung pada terjangkitnya penyakit kulit legendaris: kutu air! euh.

4. Underwear sekali pakai
Buat kalian yang nggak mau ribet nyuci, sebaiknya selain bawa stok underwear (CD) yang reuse juga bawa stok underwear sekali pakai. Kalau nggak sempet nyuci atau seharian nggak ada matahari, kalian tetap tenang nggak mikirin masalah underwear :p

5. Kerudung warna hitam
Buat kalian yang memakai hijab, pastikan membawa minimal tiga kerudung warna hitam. Lebih baik lagi kalau jenisnya kerudung bergo. Selain praktis, warna hitam juga menyamarkan jikalau ada noda-noda yang menempel pada kerudung.

6. Sepatu olahraga
Buat cadangan, kalau-kalau kaki kamu lecet terus nggak bisa pakai sepatu PDL yang bahannya mungkin nggak senyaman sepatu milik sendiri.

7. Pembalut
Buat yang perempuan, jangan lupa bawa pembalut ya... apalagi yang udah deket-deket tanggal menstruasi.

Nah kira-kira itu sih barang-barang yang harus kalian bawa saat mengikuti pendidikan samapta selain barang-barang sesuai check list. Nanti kalau ada tambahan akan saya update kembali. Next, untuk barang-barang yang nggak perlu kalian bawa saat samapta.

#Don't

1. Gadget
Tinggalkan tablet, ipad, ipod, mp3 player, kamera, laptop, pokoknya semua gadget berharga kalian. Tinggalkan di rumah, atau titipkan ke saudara, karena percuma kalau dibawa juga nggak bakal bisa memakainya. Bisa jadi malah rusak. Fyi, dulu saya membawa hp, kemudian oleh pelatih diminta untuk dikumpulkan. Selama sepuluh hari hp saya disimpan di tempat pendidikan, lalu setelah kembali batre hp saya jadi ngedrop-an. Hal serupa juga dialami teman saya, laptopnya masuk service-an karena mungkin pengaruh suhu yang rendah. Ya maklum lah, gadget memang sensitif terhadap isu suhu dan kelembapan.

2. Perhiasan
Nggak perlu lah ya, pake perhiasan kalau mau keringetan, mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samuderaaa~

3. Pakaian berlebihan
Bawalah pakaian secukupnya. Cukup yang diminta untuk dibawa saja. Misal dulu saya diminta untuk membawa pakaian warna putih, celana hitam dan baju olah raga. Ya sudah, bawa sesuai instruksi saja, tambahannya perlengkapan pribadi dan jangan lupa membawa pakaian tidur. Untuk pakaian dinas dua pasang cukup. Sisanya bisa minta dikirimkan setelah pendidikan selesai. Hemat barang bawaan, biar enteng ;)

4. Jajan
Udah, nggak perlu repot-repot bawa cokelat, snack, atau cemilan-cemilan mecin. Semua itu hanya akan jadi barang sitaan. Makanan di tempat pendidikan sudah cukup melimpah, kamu hanya perlu menyiapkan lambung untuk menampung semua yang ada dihadapanmu saat jam makan :D

5. Koper segede gaban
Emang sih koper gede akan sangat menyenangkan karena mampu menampung semua barang bawaanmu. Tapi percayalah ada satu momen yang akan membuatmu menyesal membawa koper segede gaban. Yang sedang-sedang saja, packingan bisa dibikin lebih ringkas kok. Barang bawaan lain juga bisa dikirim menyusul.

Mmm, kira-kira begitulah tips mengenai barang bawaan saat mengikuti pendidikan samapta. Mungkin teman-teman yang lain ada masukan? Bisa langsung add comment saja di bawah. Semoga bermanfaat yah! Jangan lupa siapkan fisik dan mentalnya, jangan lupa  juga untuk bahagia! :D

8 comments :

Visit Indonesia Fashion Week 2016

9:56 PM Makhfuzi Fahmi 0 Comments


Sebelumnya ngga ada niatan sama sekali buat dateng ke Indonesia Fashion Week 2016 (IFW). Tapi, kenapa akhirnya jadi ke sini?? Biasa, manusia memang mudah tergoda haha. IFW 2016 diadakan di Jakarta Covention Center (JCC) dari tanggal 10 Maret sampai 13 Maret 2016. Berhubung pas weekend agenda saya padat (ceilah) akhirnya saya memutuskan pada hari Kamis (10/03/2016) sepulang kerja untuk mendatangi IFW. 

Perjalanan menuju JCC cukup panjang, menguras tenaga dan pikiran karena pada jam itu Jakarta lagi macet-macetnya! Hiks. Walaupun melalui perjalanan yang panjang, saya merasa tidak menyesal.. karena saya percaya bahwa kesabaran pasti akan membuahkan hasil.

Sesampainya di JCC saya membeli HTM seharga 25k, setelah itu saya langsung masuk ke dalam ruangan IFW. Begitu masuk hall, saya disambut dengan tulisan IFW 2016 dan beberapa manekin yang mengenakan rancangan baju Ivan Gunawan. Cantiiiiiiiiik!
Busana Rancangan Ivan Gunawan
Ada photoboothnya juga loh. Foto dulu sama Kiki, adek angkatan kuliah yang dengan sukarela mau diculik ke IFW padahal baru aja pulang kerja :p
Meet up with Kiki
Ketauan banget baru balik dari kantor~
Di sini saya bisa melihat banyak sekali booth fashion lokal yang memajang produk-produk mereka. Dari sekian banyak booth, saya tertarik mengunjungi booth moeslem wear. Dari kategori moeslem wear sendiri saya melihat tema fashion yang beragam. Dari yang bertema casual fashion style, work style, sampe bridal juga ada. Di sini saya baru melihat dengan nyata karya-karya dari desainer Indonesia yang luar biasa banyak dan KEREN...
Selain jalan-jalan di booth moeslem wear, saya mendapat kesempatan untuk melihat peragaan busana muslim dari beberapa perancang terkenal Indonesia. Ada karya dari Oki Setiana Dewi, Umi Pipik, Zaskia Adya Mecca, Taysa Nur Medina dan Lyra Virna.

It's such a great day to visit IFW 2016 :)





0 comments :

Malam Santai - Reading Room Cafe

4:00 PM Makhfuzi Fahmi 2 Comments

Kadang kita butuh tempat yang cozy untuk sekedar bersantai setelah pulang kerja, ngobrol sama temen sambil cemal-cemil. Karena apa? Karena sejatinya manusia membutuhkan sosialisasi dan perasaan rileks.

Jadi, di malam yang sesunyi ini aku sendiri tiada yang menemaniiii ~ 
Eh maaf jadi nyanyi. Di suatu malam saya diajakin temen untuk ngumpul, ngumpul kreatif sih saya bilang soalnya kalo ngumpul mesti ada aja yang dibikin. Entah foto lah, video lah, bikin cerita, dll. Setelah googling sejenak untuk mendapatkan inspirasi tempat ngumpul, akhirnya keluarlah satu nama cafe "Reading Room" namanya.

Lokasinya di Kemang Timur, nggak jauh dari kost saya. First impression pas dateng, cafenya unik. Berhubung saya suka sama visual yang indah jadi begitu liat pintu masuknya aja udah tertarik banget buat eksplor hehe. 
Nah, pas masuk ke dalem... Taraaaaaa.... Every side you see is books! Well, buku-buku di sini kebanyakan novel berbahasa Inggris. Buat kalian yang suka baca tempat ini recommended buat dikunjungi.

Fyi, aturan di sini nggak diperkenankan membawa kamera DSLR. Saya nggak baca langsung aturannya sih, cuman kemaren pas teman saya bawa DSLR langsung diingetin sama waitress di sana. Lah terus kok ini bisa ambil foto? Bisa dong, kan yang penting nggak pake kamera DSLR.. Berarti kamera lain bisa kan hehe.
Menu makanan di sini standar aja sih kalo menurut saya. Ada makanan berat, cemilan kayak onion ring french fries, berbagai minuman semacam milkshake, tea, coffee, dll. Harga menunya start from 30K - 100K. Overall kalau kalian butuh tempat buat nongkrong, ngerjain tugas, meet up sama temen, atau sekedar pengen duduk santai sambil baca-baca tempat ini bisa jadi pilihan buat kalian. 



2 comments :

Mie Ongklok Wonosobo & Es Durian Purbalingga

7:58 AM Makhfuzi Fahmi 2 Comments

"Mie Ongklok..."
Well, di post sebelumnya saya udah janji ya mau cerita soal kulineran di Wonosobo. Pernah denger mie ongklok? Mie yang tenar banget di Wonosobo. Karna penasaran kemarin pas main ke Dieng - Wonosobo sengaja disempeti-sempetin mampir di warung makan mie ongklok.

Salah satu mie ongklok yang sepertinya terkenal dan paling banyak di index google adalah Mie Onglok Longkrang. Lokasinya di Jl. Pasukan Ronggolawe No. 14, Wonosobo. Warung makannya sederhana, nggak gede-gede amat sih tapi rame terus.
Jadi... apa itu mie ongklok?? Mie ongklok adalah mie. Yaiyalaaaah masa kerupuk. Oke, serius. Komposisi mie ongklok itu terdiri dari mie kuning kecil pipih, kemudian ada potongan kol, kucai, bawang goreng, taburan kacang yang udah dialusin dan ada ebinya juga. Kuahnya nggak kayak kuah mie pada umumnya, lebih kental kayak ada campuran pati. Rasanya? Manisss, denger cerita manisnya berasal dari gula jawa. Terus mie ongklok itu khasnya disajikan bersama sate sapi yang rasanya manis juga. Buat temen-temen yang suka rasa manis saya rasa kalian cocok dengan kuliner yang satu ini. Harga mie ongklok longkrang satu porsinya Rp 7500, terus buat satenya Rp 8500 / porsinya.
Kalau rasanya manis doang kayaknya kurang maknyus yah? Tenang, di warung Mie Ongklok Longkrang sudah disediakan sambal cabe rawit yang bisa bikin rasa mie ongklok makin endesss. Duh, saya jadi nelen ludah nih pas nulis postingan ini haha. 

"Es Durian Purbalingga.."
Buat kamu yang pecinta es durian, Es Durian Purbalingga Pak Kasdi wajib buat kamu cobain. Lokasinya di depan Kodim 0702 Purbalingga. Asli rasanya enak banget! Duriannya asli dan banyak. Dijamin kalau udah nyobain sekali pasti ketagihan.  
Satu porsi es durian original dihargai Rp 15.000. Ohya varian es di sini ngga cuma es durian loh. Ada es kopyor, es kopyor durian, es campur, es durian + campur, dll. Masing-masing punya harga yang beda, tinggal disesuaikan dengan selera ;)

2 comments :

Quick Escape: Dieng - Wonosobo

2:19 AM Makhfuzi Fahmi 0 Comments

Sabtu, 21 Februari 2016

Dua hari sebelumnya saya mendapat kabar via email untuk menghadiri acara Forum IT di salah satu unit perusahaan saya, UP Mrica - Banjarnegara. That's mean, saya bisa dinas sekaligus pulang kampung! Yes. Tanpa pikir panjang saya langsung membeli tiket kereta menuju Purwokerto dengan harapan bisa stay di rumah sebentar, kumpul sama keluarga dan main sama keponakan. Beberapa jam setelah membeli tiket kereta ternyata teman-teman saya berencana untuk mengadakan short trip ke Dieng. Sempet galau juga mau ikut apa nggak, secara kalau ngikut berarti waktu saya di rumah berkurang. Tapi kalau ngga ikut, perjalanan menuju Dieng sangat sayang untuk dilewatkan T-T. Fyi, Purwokerto - Banjarnegara - Dieng adalah wilayah yang berdekatan.

Setelah menimbang-nimbang seharian akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti acara short trip tersebut. Dalam waktu yang singkat kami mengurus segala keperluan menuju Dieng. Tiket, itenary, sewa mobil, dll. 

Sabtu siang kami berangkat dari Stasiun Pasar Senen, sampai di Purwokerto sekitar jam 17.30. Setelah itu teman-teman mampir ke rumah saya untuk beristirahat sebentar karena kami sudah berencana berangkat ke Dieng malam itu juga demi mengejar sunrise Sikunir.

Empat jam berlalu, beberapa kami berhasil untuk lelap sesaat kemudian kami pun bergegas berangkat ke Dieng pada pukul 23.30. Perjalanan Purwokerto - Dieng memakan waktu sekitar dua setengah jam via jalur Purbalingga. Alhamdulillah perjalanan lancar karena jalanan cenderung sepi.

"Bukit Sikunir..."
Obyek wisata yang pertama kali kami kunjungi adalah Bukit Sikunir, dimana biasanya orang-orang ke sini untuk menikmati indahnya golden sunrise. Untuk masuk ke obyek wisata Sikunir kami melewati dua gate dimana setiap gatenya harus membayar uang retribusi. Gate pertama kami membayar untuk masuk ke kawasan Dieng (Rp 2000/orang), gate kedua kami membayar Rp 6000/orang untuk masuk ke kawasan Bukit Sikunir.

Kami tiba di kawasan Bukit Sikunir sekitar pukul 03.00. Hawanya dingin banget, cukup bikin menggigil bagi orang yang nggak biasa kena dingin. Bahkan kami sempat memesan mie kuah untuk menghangatkan diri sembari menunggu waktu yang tepat untuk mendaki Bukit SIkunir. 

Untuk mencapai puncak Sikunir, kami harus mendaki anak tangga yang masih alami berupa undakan-undakan yang disusun dari tanah dan batu. Bagi sebagian orang mungkin ini hal mudah ya, tapi bagi saya yang jarang olah raga rasanya berat banget pas jalan menuju puncak. Buset, saya nggak mbayangin kalo naik gunung gimana. Naik bukit aja udah ngos-ngosan haha.

Sesampainya di puncak, ternyata sudah banyak orang yang menunggu untuk melihat sunrise. Saat itu sekitar pukul 04.00, kami bisa melihat bintang-bintang yang bersinar dengan jelas. Bagus banget! Subhanallah. Puncak Gunung Prau juga terlihat dari bukit Sikunir. Saat itu kami ngga sabar dan optimis bisa melihat sunrise.

Tapi nasib berkata lain...

Menjelang pukul 04.30, kabut tiba-tiba turun. Bintang-bintang yang tadinya terlihat sinarnya, tiba-tiba sirna tertutup awan. Perasaan saya udah nggak enak. Dan benar saja, sampai jam 05.30 pagi sama sekali nggak ada tanda-tanda sinar matahari yang terlihat menerobos awan. Ini mendung! Hikssss. Sedih banget ngga bisa liat sunrise Sikunir yang terkenal itu. Memang belum rezeki kali ya.

Berhubung sudah terlanjur naik, nggak mungkin dong kami langsung pergi begitu aja.. Setidaknya foto dulu sama kabut Sikunir sebagai pertanda pernah sampai di puncak hehe.
Can you see that? Kabutnya tebel banget.
Muka-muka penonton yang kecewa :p
Dalam kabut, kami masih bahagia...
Puas berfoto-foto kami memutuskan untuk turun bukit untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya. Fyi, pas sampai di pintu masuk Sikunir, banyak penjual jajanan yang wajib banget dicobain! Ada beberapa yang menarik perhatian saya, diantarnya yaitu kentang bumbu kecap. Asli janjanan yang satu ini rasanya enak bangeeet!! 
Kentang bumbu kecap, satu porsi harganya Rp 5000
Nah, jajanan lain yang ngga kalah enak dan termasuk jajanan legendaris adalah... bandros a.k.a kue rangin!
Rangin hangat dimakan pake gula pasir. Nyumm!
"Telaga Warna..."
Destinasi selanjutnya adalah Telaga Warna! Ini adalah salah satu tempat yang menurut saya harus dikunjungi kalau udah main ke Dieng. Fokusnya adalah melihat keindahan danau alami dari atas bukit. Untuk masuk ke kawasan Telaga Warna, kami membayar biaya retribusi sebesar Rp 7500 (weekend) atau Rp 5000 (weekdays). 

Saat pertama kali masuk kawasan, kami disuguhi dengan bunga-bunga di kanan-kiri jalan. Cantik banget loh.
Selanjutnya kami diperlihatkan dengan danau Telaga Warna tak jauh dari pintu masuk. Kalau dari dekat biasa saja sih kelihatannya. Tapi kalau dilihat dari atas bukit....
Cool!
Fyi, untuk mendapatkan foto dengan angel seperti di atas kami harus mendaki bukit menuju tempat yang bernama Batu Ratapan Angin. Kemudian kami membayar retribusi lagi sebesar Rp 10.000/group. Kalau saya bilang sih worth it lah dengan pemandangan yang begitu menakjubkan untuk dinikmati.

"Candi Arjuna..."
Ini adalah destinasi terakhir kami di kawasan wisata Dieng. Lokasinya nggak jauh-jauh dari obyek wisata yang sebelumnya kami kunjungi. Tiket masuknya seharga Rp 10.000/orang. Di sini kami bisa melihat Candi dengan tatanan yang apik sekaligus menikmati pemandangan yang tidak kalah menarik.
Jalan-jalan ke Dieng memang best choice. Nggak nyesel main ke sini, pemandangannya bagus, sejuk, banyak ijo-ijonya. Pokoknya bikin fresh! Satu kurangnya, banyak biaya retribusi yang dikeluarkan saat berkunjung ke Dieng. Mulai dari biaya masuk ke kawasan Dieng, masuk ke tiap obyek wisatanya, belum lagi biaya untuk memakai toilet. Semuanya dikomersilkan. Yah walaupun ngga gede-gede amat biaya yang dikeluarkan, tapi repot juga kalo kemana-mana mesti bayar bahkan untuk sekedar ke toilet ._. Saran saya, siapkan receh yang banyak, karena saya yakin kalian bakal sering keluar masuk toilet karna hawa di sana memicu kita untuk buang air kecil hehe.

Ohya, selain mengunjungi obyek wisata, kami juga menyempatkan diri untuk mencicipi beberapa kuliner khas Wonosobo. Cek dipostingan selanjutnya yah! ;)












0 comments :