Showing posts with label Event. Show all posts

Tips: Barang yang Perlu Dibawa saat Pendidikan Samapta

Buat kalian yang sudah sukses melewati berbagai tahap ujian, dari TPA, psikotes, wawancara, tes kesehatan, dan segala macam bentuk seleksi masuk kerja, selamat karena sekarang ini kalian terdampar di blog yang benar! Hahaha.

Biasanya setelah dinyatakan lulus dari serangkaikan tes kerja, calon pegawai akan mengikuti serangkaian pendidikan prajabatan. Salah satunya adalah pendidikan samapta. Apa itu pendidikan samapta? Menurut KBBI online, samapta berarti siap siaga. Jadi mungkin maksudnya pendidikan samapta ini memiliki tujuan agar calon pegawai selalu siap siaga dalam keadaan apapun. Oh iya, pendidikan samapta juga memiliki sebutan yang berbeda di setiap instansi. Seperti di perusahaan tempat saya sekarang bekerja, pendidikan samapta disebut pendidikan sikap, mental dan disiplin. Walaupun beda penamaan, tapi berdasarkan ngobrol sana-sini muatannya hampir sama.

Sebelumnya saya sudah pernah posting mengenai pengalaman saya mengikuti pendidikan samapta saat menjadi siswa prajabatan di PT Indonesia Power, kalian bisa klik di sini untuk sekedar menambah wawasan. Melihat trafik postingan tersebut akhir-akhir ini lumayan tinggi (azeeik), maka saya memutuskan untuk membuat artikel mengenai tips: barang yang perlu dibawa saat pendidikan samapta. Penting? Penting banget! Nantinya kalian akan mengenang artikel ini karena sudah sedikit-banyak mengurangi beban hidup kalian :p

Apa yang perlu dibawa saat mengikuti pendidikan samapta?

#Do - Essential

1. Tas ransel yang enak dibawa
Ini saran dari saya saja, sebaiknya bawa tas ransel yang enak dibawa dan usahakan packing sepraktis mungkin. Jadi nggak ada tentengan di kanan-kiri. Hal ini akan membuat kalian lebih leluasa dalam bergerak terutama saat diminta untuk berpindah tempat dengan cepat.

2. Obat-obatan pribadi
Terutama: obat batuk: kondisi air minum di setiap tempat pendidikan berbeda jadi siapa saja rentan terkena batuk, apalagi ditambah penggunaan peples (tempat minum) yang terus menerus dan kalian nggak rajin membersihkannya, udah deh jadi sarang bakteri. Dan biasanya kalau udah ada satu orang yang batuk, selanjutnya akan jadi batuk berjamaah ._. Next, obat nyamuk oles: terutama buat kalian yang dicintai hewan penghisap darah ini, nggak ada alasan buat nggak bawa. Ini demi kenyamanan saat tidur yang nggak seberapa lama itu. Plester (ini wajib banget): nggak enak kan kalau ada bagian badan yang luka atau lecet terus dibiarkan menganga begitu saja? Plester akan membantumu menutup luka yang ada (eaaa). Minyak tawon: nah ini tuh salah satu obat mujarab multifungsi, gunanya bisa untuk mengobati gatal, kutu air (penyakit langganan, waspadalah, waspadalah!), bisa juga buat obat pegal-pegal. 

3. Kaos kaki hitam
Walaupun sebenarnya sudah ada jatah kaos kaki (satu / dua pasang) tapi kalian masih perlu bawa kaos kaki hitam cadangan. Minimal bawa dua pasang lah. Soalnya ada kemungkinan bakal basah-basahan. Kalau sampai kalian memakai kaos kaki basah, kaki kalian akan bau, lembap, yang akhirnya berujung pada terjangkitnya penyakit kulit legendaris: kutu air! euh.

4. Underwear sekali pakai
Buat kalian yang nggak mau ribet nyuci, sebaiknya selain bawa stok underwear (CD) yang reuse juga bawa stok underwear sekali pakai. Kalau nggak sempet nyuci atau seharian nggak ada matahari, kalian tetap tenang nggak mikirin masalah underwear :p

5. Kerudung warna hitam
Buat kalian yang memakai hijab, pastikan membawa minimal tiga kerudung warna hitam. Lebih baik lagi kalau jenisnya kerudung bergo. Selain praktis, warna hitam juga menyamarkan jikalau ada noda-noda yang menempel pada kerudung.

6. Sepatu olahraga
Buat cadangan, kalau-kalau kaki kamu lecet terus nggak bisa pakai sepatu PDL yang bahannya mungkin nggak senyaman sepatu milik sendiri.

7. Pembalut
Buat yang perempuan, jangan lupa bawa pembalut ya... apalagi yang udah deket-deket tanggal menstruasi.

Nah kira-kira itu sih barang-barang yang harus kalian bawa saat mengikuti pendidikan samapta selain barang-barang sesuai check list. Nanti kalau ada tambahan akan saya update kembali. Next, untuk barang-barang yang nggak perlu kalian bawa saat samapta.

#Don't

1. Gadget
Tinggalkan tablet, ipad, ipod, mp3 player, kamera, laptop, pokoknya semua gadget berharga kalian. Tinggalkan di rumah, atau titipkan ke saudara, karena percuma kalau dibawa juga nggak bakal bisa memakainya. Bisa jadi malah rusak. Fyi, dulu saya membawa hp, kemudian oleh pelatih diminta untuk dikumpulkan. Selama sepuluh hari hp saya disimpan di tempat pendidikan, lalu setelah kembali batre hp saya jadi ngedrop-an. Hal serupa juga dialami teman saya, laptopnya masuk service-an karena mungkin pengaruh suhu yang rendah. Ya maklum lah, gadget memang sensitif terhadap isu suhu dan kelembapan.

2. Perhiasan
Nggak perlu lah ya, pake perhiasan kalau mau keringetan, mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samuderaaa~

3. Pakaian berlebihan
Bawalah pakaian secukupnya. Cukup yang diminta untuk dibawa saja. Misal dulu saya diminta untuk membawa pakaian warna putih, celana hitam dan baju olah raga. Ya sudah, bawa sesuai instruksi saja, tambahannya perlengkapan pribadi dan jangan lupa membawa pakaian tidur. Untuk pakaian dinas dua pasang cukup. Sisanya bisa minta dikirimkan setelah pendidikan selesai. Hemat barang bawaan, biar enteng ;)

4. Jajan
Udah, nggak perlu repot-repot bawa cokelat, snack, atau cemilan-cemilan mecin. Semua itu hanya akan jadi barang sitaan. Makanan di tempat pendidikan sudah cukup melimpah, kamu hanya perlu menyiapkan lambung untuk menampung semua yang ada dihadapanmu saat jam makan :D

5. Koper segede gaban
Emang sih koper gede akan sangat menyenangkan karena mampu menampung semua barang bawaanmu. Tapi percayalah ada satu momen yang akan membuatmu menyesal membawa koper segede gaban. Yang sedang-sedang saja, packingan bisa dibikin lebih ringkas kok. Barang bawaan lain juga bisa dikirim menyusul.

Mmm, kira-kira begitulah tips mengenai barang bawaan saat mengikuti pendidikan samapta. Mungkin teman-teman yang lain ada masukan? Bisa langsung add comment saja di bawah. Semoga bermanfaat yah! Jangan lupa siapkan fisik dan mentalnya, jangan lupa  juga untuk bahagia! :D

Visit Indonesia Fashion Week 2016


Sebelumnya ngga ada niatan sama sekali buat dateng ke Indonesia Fashion Week 2016 (IFW). Tapi, kenapa akhirnya jadi ke sini?? Biasa, manusia memang mudah tergoda haha. IFW 2016 diadakan di Jakarta Covention Center (JCC) dari tanggal 10 Maret sampai 13 Maret 2016. Berhubung pas weekend agenda saya padat (ceilah) akhirnya saya memutuskan pada hari Kamis (10/03/2016) sepulang kerja untuk mendatangi IFW. 

Perjalanan menuju JCC cukup panjang, menguras tenaga dan pikiran karena pada jam itu Jakarta lagi macet-macetnya! Hiks. Walaupun melalui perjalanan yang panjang, saya merasa tidak menyesal.. karena saya percaya bahwa kesabaran pasti akan membuahkan hasil.

Sesampainya di JCC saya membeli HTM seharga 25k, setelah itu saya langsung masuk ke dalam ruangan IFW. Begitu masuk hall, saya disambut dengan tulisan IFW 2016 dan beberapa manekin yang mengenakan rancangan baju Ivan Gunawan. Cantiiiiiiiiik!
Busana Rancangan Ivan Gunawan
Ada photoboothnya juga loh. Foto dulu sama Kiki, adek angkatan kuliah yang dengan sukarela mau diculik ke IFW padahal baru aja pulang kerja :p
Meet up with Kiki
Ketauan banget baru balik dari kantor~
Di sini saya bisa melihat banyak sekali booth fashion lokal yang memajang produk-produk mereka. Dari sekian banyak booth, saya tertarik mengunjungi booth moeslem wear. Dari kategori moeslem wear sendiri saya melihat tema fashion yang beragam. Dari yang bertema casual fashion style, work style, sampe bridal juga ada. Di sini saya baru melihat dengan nyata karya-karya dari desainer Indonesia yang luar biasa banyak dan KEREN...
Selain jalan-jalan di booth moeslem wear, saya mendapat kesempatan untuk melihat peragaan busana muslim dari beberapa perancang terkenal Indonesia. Ada karya dari Oki Setiana Dewi, Umi Pipik, Zaskia Adya Mecca, Taysa Nur Medina dan Lyra Virna.

It's such a great day to visit IFW 2016 :)






Best Moments - Pendidikan Sikap, Mental dan Disiplin

Baca juga: Tips mengikuti Samapta, klik di sini.

“Derap langkah nan gagah perkasa. Seirama dan satu suara. Sambil bernyanyi lagu hura-hura itulah kami siswa Indonesia Power!” Itulah sepenggal lirik lagu yang kami nyanyikan saat latihan di pusat pendidikan.
Tanda tangan kontrak di perusahaan pada tanggal 6 April 2015 telah mengantarkan kami menuju pintu gerbang Pusat Pendidikan Zeni TNI AD Bogor untuk melaksanakan pendidikan prajabatan yang pertama yaitu pendidikan sikap, mental dan disiplin.

“Pendidikan sikap, mental dan disiplin?”
Ada banyangan tentang pendidikan ini? Sengaja nggak nyari tau banyak-banyak soal pendidikan semacam itu, biar surprise. Mmm, aslinya biar nggak mikir yang aneh-aneh sih haha. Anyway, sudah lama saya menantikan kegiatan yang seru dan menantang, jadi ini adalah momen yang pas... mengikuti kegiatan baru, bersama teman-teman baru, tempat baru dan yang pasti pengalaman baru.

“Kegiatan kami...”
Selama sepuluh hari kami mengikuti rangkaian kegiatan yang sudah diatur oleh pusdik. Setiap harinya dimulai dengan kegiatan wajib seperti senam pagi, sarapan, apel pagi dan lain sebagainya, kemudian penerimaan materi di kelas, materi di lapangan, serta latihan luar.
Apel Pagi
Latihan luar dilaksanakan di Gunung Pancar, dan sebagian besar jenis materinya adalah praktik. Ada P3K, mountenering, latihan simulasi tempur, caraka malam, outbound, navigasi darat, dan yang lain sebagainya. Semua kegiatan nggak jauh-jauh dari pembinaan fisik dan karakter. Fisik dilatih, mental ditempa, otak pun harus tetap bisa mikir jernih dalam keadaan seberat apapun. Semua kegiatan tersebut harus dijalani dengan disiplin. Kalau nggak? Siap-siap aja dapet hadiah! x)) *if you know what i mean*
Latihan Luar
“Para pelatih kami...”
Sebenarnya pelatih kami jumlahnya banyak. Tapi ada beberapa pelatih yang selalu ada saat pendidikan berlangsung. Mereka adalah Dansatsis, kalau nggak salah kependekan dari Komandan Satuan Siswa (maaf kalau kurang tepat hehe). Seseorang yang mengawasi proses pendidikan serta membawahi Batih dan beberapa Dankelas. Batih atau Bintara Pelatih adalah seseorang yang melatih kami selama pendidikan. Batih dibantu oleh beberapa Dankelas atau Komandan Kelas dalam mendidik para siswa. 

“Yang ada dalam uneg-uneg...”

Seru!
Ini adalah kali pertama saya mengikuti pendidikan yang diampu langsung oleh militer. To be honest I feel so proud! Jarang-jarang kan orang sipil bisa merasakan pendidikan yang diampu langsung sama militer? Bisa melihat sedikit kehidupan militer yang sebelumnya sama sekali nggak pernah terbayangkan. Dan yang lebih seru lagi bisa merasakan sedikit dari banyak kegiatan mereka. Seru banget! Walaupun agak kaget pas awal, tapi alhamdulillah saya bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang baru. Kuncinya, di bawa enjoy aja! ;)

Pendidikan yang Mendidik
Di pusat pendidikan saya menyadari bahwa pendidikan sikap, mental dan disiplin adalah sesuatu yang bisa tercipta melalui kebiasaan. Jadi tidak bisa secara tiba-tiba muncul. Butuh waktu untuk membentuk semua itu agar tertanam dalam diri siswa. Dan tentunya butuh pelatih yang profesional, yang mampu mendidik dengan baik, mengawasi perilaku siswa agar tetap dalam koridor yang benar dan mampu menyampaikan muatan-muatan dari setiap kegiatan.

Hal yang saya sangat ingat saat mengikuti pendidikan ini adalah momen ketika saya dan teman-teman diberi tekanan tinggi yang menguji limit ketahanan kami, rasanya pengen berontak, lalu dalam hati ngedumel “ngapain sih ngelakuin beginian??” Namun di akhir, pelatih menjelaskan kepada kami alasan untuk melakukan hal tersebut. Ternyata ada makna disetiap tindakan yang pelatih instruksikan dan poin pentingnya hal itu disampaikan secara gamblang. Sebagai seorang yang awam dengan pelatihan sikap, mental dan disiplin, sebuah konklusi yang disampaikan pelatih membantu saya memahami untuk apa saya melakukan hal tersebut. Efeknya saya jadi merasa kalem dan ikhlas dalam menjalani setiap kegiatan. *eaaa*

Perubahan Fisik
Jelas ada, terutama bagian warna kulit. Brightness-nya turun drastis. Kalau di photoshop mungkin udah -70 kali. Hitam legam, kucel kayak anak layangan hahaha. Kemudian kaki yang mulus berubah menjadi bersisik dan mengelupas karena kelamaan memakai sepatu PDL yang pada akhirnya menimbulkan ruam di kulit. Gimana nggak ruam, mau kering mau basah yang dipakai ya satu sepatu itu T-T.

Menguras Tenaga
Banget! Setiap selesai apel malam nggak ada pikiran lain selain tidur. Tenaga rasanya kayak dikuras habis-habisan. Habis bisss. Melihat kasur itu bagaikan surga dunia. Tidur pasti pulas saking capeknya mengikuti kegiatan seharian, sampai-sampai nggak peduli sama kamar paviliun yang kalau dipikir-pikir serem juga ternyata. Tepar! Iya tepar banget sampai tidur selama sepuluh hari berturut-turut nggak ada mimpinya hahaha.

Best Moments
Sepertinya selama seumur hidup saya nggak akan pernah melupakan momen-momen selama di pusdik. Banyak momen-momen tak terlupakan yang mungkin nggak cukup diceritakan dalam satu hari. Dari banyak momen yang tersimpan, ada beberapa yang menjadi favorit saya. Mau tau?

1. Mendadak jadi leader yel-yel


Saya dan Kak Hest sedang memimpin yel-yel
Walaupun dalam keadaan capek, lemes, kaki pegel-pegel dan badan bau apek(?) kalau udah diminta yel-yel pasti semuanya kembali bersemangat. Semua teriak sekencang-kencangnya. Oh ya fyi, di angkatan saya perbandingan siswa laki-laki dan perempuan perbedaannya sangat jauh, 59:2. Yang artinya dari 61 siswa hanya ada 2 perempuan di antara 59 laki-laki. Oleh karena itu 2 srikandi ini selalu menjadi sorotan di setiap kegiatan, dan otomatis kami berdua menjadi sasaran empuk saat ada momen-momen yang diminta untuk tampil ke depan :))

2. Menenteng senjata peninggalan 
Senjata itu bernama Garand (baca: jeren). Sebuah senjata klasik laras panjang yang digunakan oleh para pejuang saat mengusir penjajah. Itu berarti umur senjata ini sudah tua sekali. Beratnya sekitar 4 - 5 kg, dan itu adalah beban yang harus kami bawa sehari-hari selama latihan. Hari-hari kami tidak pernah jauh-jauh dari Garand. Sampai-sampai saya merasa lengan saya semakin berotot gara-gara tiap hari bawa senjata *lol*. Selain menenteng senjata, kami juga diajarkan berbagai sikap ketika membawa senjata seperti hormat senjata, sikap siap atau istirahat saat membawa senjata, serta cara membawa senjata saat berjalan maupun berlari. Hal yang tidak boleh dilakukan adalah meninggalkan senjata tanpa ada yang bertanggung jawab. Prinsipnya "lebih baik kehilangan satu nyawa daripada kehilangan satu senjata" (y).

3. Membangun Bivak

Dalam rangka latihan luar, kami semua diharuskan membuat bivak sebagai tempat bermalam. Sebelumnya kami sudah diajarkan bagaimana membangun sebuah bivak oleh pelatih. Teori lolos lah ya, begitu praktik... eng ing eng... Sudah sekuat tenaga kami membangun bivak, tapi nampaknya konstruksinya masih saja kurang layak huni hahaha. Untung cuaca pada saat itu sedang bagus, jadi sedikit mengurangi kekhawatiran :d


4. Bongkar Pasang Senjata

Ini dia best from the best moments ever! Bongkar pasang senjata. By the way, foto ini diambil saat acara penutupan diklat. Sepuluh siswa tampil ke depan memperagakan bongkar pasang senjata. Itu senjata beneran loh, namanya M16. Jadi pas display di depan kami mempreteli M16, menunjukkan bagian per bagian kepada tamu undangan, setelah itu merakitnya kembali secara bersamaan. You know what, it's amazing!

6. Sharing and Relaxing
Momen yang saya tunggu-tunggu setelah seharian mengikuti kegiatan adalah momen cerita santai jam 8. Terlebih kalau yang ngisi Batih. Ceritanya banyak, dari yang serius, semi serius, sampai nggak serius ada hahaha. Batih is the best pokoknya!

Banyak hal yang saya dapatkan ketika mengikuti pendidikan. Saya belajar tentang pentingnya kedisiplinan, kerjasama, kepedulian, perjuangan, berpikir taktis, ketahanan fisik dan mental, dan banyak lagi yang lainnya. Satu hal yang sangat membekas dipikiran saya adalah sebuah pemikiran tentang ketangguhan. Bahwa manusia dapat melakukan berbagai hal sekali pun itu berat asalkan manusia tersebut mampu mendorong jauh sifat keputusaan dalam dirinya. 

"Apa pun bisa kita lakukan, kecuali makan kepala sendiri. Tinggal kitanya saja, mau melakukan atau tidak." - Batih.

Baca juga tips ketika akan mengikuti samapta yuk? Klik di sini ;)